Dalam banyak keadaan, musafir mampu memberikan jawapan kepada persoalan-persoalan dalam kehidupan, mengubat yang terluka, dan membebaskan jiwa. Setiap insan yang mengembara dibumi Tuhan itu pasti ada rahsia dan cerita yang tersendiri sehingga membolehkan harga sebuah pengorbanan dibayar meskipun mahal, penat lagi memenatkan..
.
Musafir sangat memerlukan jiwa yang besar untuk menghadapi ujian dan rintangan yang mendatang. Tentu saja ada orang yang mereka sayang tapi terpaksa ditinggalkan, ada masa yang terluang tapi harus dikorbankan, ada harta yang disimpan tapi perlu digunakan demi sebuah misi mencari kebenaran, kedamaian dan makna disebalik kehidupan..
.
Maka seringkali Allah mengulang-ulang tentang tujuan permusafiran itu dalam Quran, “Berjalanlah dimuka bumi dan lihatlah…”, supaya kita ini tidak semata-mata musafir, akan tetapi kita harus melihat sebab dan kesan berlakunya sekian dan sekian pada mata permusafiran kita., untuk apa ? Untuk kita ini meneladani yang baik dan mengambil ibrah daripada yang buruk..
.
Musafirlah..
.
Kata Abu Firas al-Amri, :.
.
“Berpisahlah, nescaya kau dapati ganti orang yang kau tinggalkan. Mengembaralah di bumi, nescaya kau temui petunjuk dalam perjalanan itu. Singa jika tidak meninggalkan hutannya, tidak akan garang. Anak panah jika tidak meninggalkan busarnya tidak akan mengena sasaran”. (Fawat al-Fawayat 3/87, Beirut: Dar al-Sadir).

%d bloggers like this: